Tanjungpinang,Kontra Narasi.Com – Irjen Pol. Dr. Andry Wibowo, S.IK., S.H., M.H., M.Si., mendorong penguatan sinergi antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan pers dalam menghadapi ancaman keamanan siber serta disinformasi, khususnya di wilayah perbatasan.
Hal tersebut disampaikan Andry Wibowo saat membuka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan I Tahun 2026 yang digelar Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) bersama Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta di Hotel CK Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Sabtu (29/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, jenderal polisi bintang dua itu juga menjadi pembicara dengan materi “Sinergi Polri dan Pers dalam Mewujudkan Keamanan Siber dan Menangkal Disinformasi di Wilayah Perbatasan.”
Materi tersebut dinilai relevan dengan karakteristik Kepulauan Riau sebagai salah satu provinsi yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara.
Perkembangan teknologi informasi, kata dia, membawa perubahan terhadap pola penyebaran informasi di tengah masyarakat. Informasi dapat beredar dengan cepat melalui berbagai platform digital, termasuk informasi yang belum terverifikasi.
Karena itu, pers memiliki peran strategis dalam memastikan informasi yang diterima masyarakat memenuhi prinsip akurasi, verifikasi, dan keberimbangan.
Sinergi antara pers dan Polri, menurutnya, perlu dibangun dalam koridor profesionalisme dengan tetap menghormati independensi pers serta kebebasan ruang redaksi.
UKW dorong profesionalisme wartawan
Ketua Umum KJK Ady Indra Pawennari mengatakan pelaksanaan UKW tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial, tetapi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme wartawan di Kepulauan Riau.
“Ini bukan sekadar aktivitas seremonial belaka. Ini adalah sebuah panggilan jiwa. Kita tidak ingin sekadar menulis cerita yang lewat begitu saja, kita ingin mengukir sejarah dengan pena yang bertanggung jawab, profesional, dan bermartabat,” kata Ady.
UKW Angkatan I Tahun 2026 tersebut mengusung tagline “Melalui UKW Kita Wujudkan Wartawan Kepri yang Kompeten, Beretika dan Menjunjung Tinggi Independensi Ruang Redaksi.”
Ady mengatakan tantangan profesi wartawan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi digital.
Wartawan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan jurnalistik, tetapi juga menjaga independensi dan integritas dalam menjalankan tugas.
Menurut dia, perbedaan pilihan maupun jalan yang ditempuh insan pers tidak seharusnya menghilangkan semangat persaudaraan dalam satu profesi.
“Kita lahir dari profesi yang sama. Kita dibesarkan oleh cita-cita dan diajarkan oleh kode etik yang sama. Namun dalam perjalanan waktu, ada yang memilih jalan berbeda,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh insan pers di Kepulauan Riau memperkuat persahabatan sekaligus menjaga etika dan marwah profesi jurnalistik.
“Bagaimanapun, darah profesi ini lebih kental daripada perbedaan yang sesaat. Dari tempat yang bermartabat ini, kami ingin memelihara persahabatan, kami ingin membuka tangan lebar-lebar,” katanya.
Perkuat ekosistem pers di Kepri
Pelaksanaan UKW perdana KJK bersama UPN “Veteran” Yogyakarta menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pers yang profesional di Kepulauan Riau.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Ady menyampaikan dukungan tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat keberadaan pers yang sehat dan profesional di daerah.
Melalui UKW, wartawan diharapkan semakin memahami standar kompetensi, kode etik jurnalistik, serta tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Di sisi lain, pembahasan mengenai keamanan siber dan disinformasi menjadi pengingat bahwa tantangan pers saat ini tidak hanya berada di ruang redaksi, tetapi juga di ruang digital yang bergerak cepat.
Bagi Kepulauan Riau sebagai wilayah perbatasan, kemampuan menjaga kualitas informasi menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan informasi masyarakat.(red)









