KONTRANARASI.COM —Kepala SD Negeri 13 Seram Timur Secara sepihak tanpa kordinasi mengeluarkan beberapa guru dari dapodik. Hal ini diungkapkan oleh salah satu guru yang enggang namanya dipublikasikan
Menurutnya, sikap kepala sekolah dan operator sekolah yang secara sepihak mengeluarkan beberapa guru dari dapodik dengan alasan mutasi atau pindah. Hal ini ini tentu berdampak pada nasip para Guru tersebut karena beberapa tunjangannya berupa terpencil dan sertifikasi tidak dapat diterima karena tidak ada beban mengajar.
“Satu guru honorer, satu guru PPPK penuh waktu dan satu guru PNS yang juga mantan kepsek pada sekolah itu,” Ujar sumber ini
Menurut sumber ini, sebelum proses pinda tugas, ia sempat izin kepada Kapala dinas pendidikan hingga pemberitahuan lewat rapat dewan guru pada sekolah tersebut yang dihadiri lansung kepala sekolah baru, orang tua murid dan komite.
“Pemberitahuan ini sambil menunggu SK atau surat perinta tugas. Surat perintah tugas yang dikeluarkan pada tgl 01 Agus 2026 dan diserahkan pada tgl 04 Agus 2026,” Tambah Sumber ini
Setelah menerima SPT, dirinya lansung bertemu dengan kepala sekolah yang baru, namun pada malam harinya data dapodiknya sudah tidak lagi aktif
“Setelah terima SPT beta (saya) sempat ketemu kepsek 13 untuk menyampaikan, nanti beta (saya) bawa SPT satu rangkap ke Sekolah untuk arsip, Namun setelah malamnya beta (saya) cek ternyata bta data dapodik nonaktif,” Katanya
Akibat ulah kepala sekolah yang dinilai nakal itu, telah merugikan beberapa guru sehingga harus ada langkah tegas yang diambil oleh yang berwenang.
“Hingga saat ini dapodik belum aktif. Beta (saya) merasa dirugikan atas tindakan dan kewenangan kepala sekolah,” Tutupnya.(KN-FS)









