Waketum PP GPI Desak Perwakilan Yaman di Indonesia Segera Klarifikasi Klaim Serangan Ke Mekah

banner 468x60

KONTRANARASI.COM – Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI), Martho Zaini Warat, mendesak pihak perwakilan Yaman di Indonesia segera mengambil langkah diplomatik dengan menyampaikan pesan kepada pemerintah Yaman agar tidak melakukan tindakan apa pun yang dapat mengancam Kota Suci Mekah dan tempat-tempat suci umat Islam.

Desakan tersebut disampaikan menyusul pernyataan pihak Arab Saudi yang menyebut pertahanan udaranya mencegat dan menghancurkan sebuah drone yang disebut diluncurkan kelompok Houthi di wilayah selatan Mekah sebelum memasuki wilayah udara terbatas kota suci tersebut. Namun, pihak Houthi membantah tuduhan bahwa mereka menargetkan Mekah maupun tempat-tempat suci Islam.

“Kami meminta pihak Yaman di Indonesia jangan diam. Segera sampaikan kepada pemerintah Yaman bahwa Kota Suci Mekah bukan objek perang dan tidak boleh dijadikan sasaran dalam konflik apa pun. Kami juga meminta Kantor Perwakilan Yaman di Indonesia memberikan klarifikasi resmi dan terbuka mengenai klaim Pemerintah Arab Saudi tersebut,” tegas Martho Zaini Warat, Senin (21/9/2026).

Menurut Martho, terlepas dari adanya perbedaan klaim mengenai asal-usul dan tujuan drone tersebut, keselamatan Kota Suci Mekah, jamaah, masyarakat sipil, serta warga negara Indonesia harus menjadi perhatian utama. Jangan sampai konflik bersenjata antara pihak-pihak yang bertikai berkembang hingga mengancam tempat suci dan menimbulkan korban dari masyarakat sipil.

“Kami tidak ingin umat Islam Indonesia mendapatkan informasi yang simpang siur. Kalau pihak Yaman menyatakan tidak pernah menargetkan Mekah, maka sampaikan secara resmi dan terbuka. Sebaliknya, jika ada fakta lain, jelaskan kepada publik secara bertanggung jawab. Jangan biarkan persoalan ini berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” ujarnya.

Martho juga meminta Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri meningkatkan komunikasi diplomatik dengan pihak Arab Saudi dan Yaman serta memastikan perlindungan terhadap WNI yang berada di wilayah yang terdampak konflik. Apabila terdapat WNI yang menjadi korban akibat eskalasi konflik, pemerintah harus memberikan perlindungan dan penanganan sesuai kewenangannya.

“Kami tegaskan, jangan sampai ada satu pun WNI menjadi korban akibat konflik ini. Keselamatan WNI adalah tanggung jawab yang harus menjadi prioritas pemerintah Indonesia. Kami juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak menyerang atau mengancam tempat-tempat suci umat Islam,” kata Martho.

PP GPI, lanjut Martho, meminta Kantor Perwakilan Yaman di Indonesia segera memberikan penjelasan resmi mengenai klaim serangan terhadap Mekah, sekaligus menyampaikan sikap yang menjamin bahwa wilayah suci tersebut tidak menjadi sasaran konflik.

“Umat Islam Indonesia memiliki perhatian yang sangat besar terhadap keselamatan Mekah dan tempat-tempat suci Islam. Kami berharap persoalan ini segera diselesaikan melalui jalur diplomasi. Namun, apabila tempat suci umat Islam benar-benar diancam dan keselamatan jamaah maupun WNI terancam, maka pemerintah Indonesia tidak boleh tinggal diam dan harus mengambil langkah diplomatik yang tegas sesuai hukum internasional,” pungkas Martho Zaini Warat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *