Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa Perjuangkan Pemerataan Layanan Kesehatan Maluku, RSUD Haulussy dan 141 Puskesmas Jadi Prioritas 2027

banner 468x60

KONTRANARASI.COM JAKARTA – Pemerintah Provinsi Maluku terus mendorong pemerataan akses dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di seluruh wilayah kepulauan. Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menjadikan pembenahan fasilitas kesehatan sebagai salah satu agenda penting yang diperjuangkan untuk tahun anggaran 2027.

Langkah ini dinilai penting mengingat kondisi geografis Maluku yang terdiri atas wilayah kepulauan, sehingga pemerataan akses pelayanan kesehatan membutuhkan perhatian khusus. Masyarakat di pulau-pulau kecil dan wilayah terpencil harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pelayanan medis yang layak, berkualitas, dan terjangkau.

Dalam agenda tersebut, RSUD dr. M. Haulussy menjadi salah satu perhatian utama karena memiliki posisi strategis sebagai rumah sakit rujukan dalam mendukung pelayanan kesehatan tingkat lanjutan di Provinsi Maluku.

Selain itu, sebanyak 141 Puskesmas yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota juga menjadi prioritas pembenahan. Puskesmas merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan dasar yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Keseriusan memperjuangkan agenda tersebut ditunjukkan Hendrik Lewerissa melalui audiensi bersama Wakil Menteri Kesehatan II RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Senin (2/11/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Maluku secara khusus meminta dukungan pemerintah pusat agar program pembenahan infrastruktur kesehatan di Maluku dapat direalisasikan pada 2027.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari langkah Pemerintah Provinsi Maluku untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan, mengurangi kesenjangan fasilitas medis, serta meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.

Bagi Maluku, pembangunan sektor kesehatan tidak cukup hanya berpusat di wilayah perkotaan. Pemerataan fasilitas, ketersediaan tenaga medis, peralatan kesehatan, obat-obatan, serta peningkatan kapasitas rumah sakit dan Puskesmas harus menjadi perhatian bersama.

Karena itu, dukungan pemerintah pusat menjadi sangat penting agar kebutuhan pembangunan kesehatan di daerah kepulauan dapat memperoleh perhatian dan dukungan anggaran yang memadai.

Masyarakat Maluku tentunya berharap perjuangan Gubernur Hendrik Lewerissa tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan dan dukungan anggaran konkret, sehingga pembenahan RSUD Haulussy dan 141 Puskesmas benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pemerataan layanan kesehatan bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan wujud tanggung jawab negara untuk memastikan setiap warga, dari pusat kota hingga pulau-pulau terluar Maluku, mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang layak dan berkualitas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *