KONTRANARASI.COM JAKARTA — Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) melakukan audiensi dengan Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan organisasi mahasiswa, khususnya dalam mendorong partisipasi generasi muda pada pembangunan hukum dan kepentingan masyarakat.

Audiensi dihadiri Menteri Hukum RI bersama jajaran Direktorat Jenderal di lingkungan Kementerian Hukum serta fungsionaris PB SEMMI. Turut hadir Ketua Umum PB SEMMI Achmad Donny dan Ketua Umum PB SEMMI periode sebelumnya.
Dalam pertemuan tersebut, PB SEMMI menyampaikan komitmen untuk membangun sinergi dengan pemerintah melalui berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan hukum, peningkatan kesadaran hukum masyarakat, pengabdian sosial, serta penguatan peran generasi muda.
PB SEMMI: Mahasiswa Harus Hadir Memberi Kontribusi
Ketua Umum PB SEMMI, Achmad Donny, mengatakan mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk mengambil bagian dalam pembangunan bangsa melalui gagasan dan kontribusi nyata.
“PB SEMMI siap bersinergi dengan pemerintah. Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil bagian dalam memberikan gagasan, edukasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Achmad Donny.

Menurutnya, organisasi mahasiswa dapat menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam menyampaikan aspirasi sekaligus memberikan edukasi mengenai hukum kepada masyarakat.
PB SEMMI juga menyatakan dukungan terhadap program pemerintah yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Di sisi lain, organisasi mahasiswa tetap memiliki ruang untuk memberikan masukan dan kritik secara konstruktif.
Dorong Kolaborasi Konkret
Audiensi tersebut juga membahas pentingnya membangun komunikasi dan kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah dan mahasiswa.
PB SEMMI berharap pertemuan tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi dapat dilanjutkan melalui program konkret, terutama di bidang pendidikan dan kesadaran hukum, pengabdian masyarakat, serta peningkatan partisipasi generasi muda.
Hal tersebut sejalan dengan perhatian Kementerian Hukum terhadap peningkatan kualitas pelayanan dan keterlibatan masyarakat dalam persoalan hukum. Dalam sejumlah agenda pada 2026, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas juga menekankan pentingnya pelayanan hukum yang berdampak bagi masyarakat serta keterbukaan terhadap masukan publik.
Achmad Donny menegaskan bahwa PB SEMMI akan terus membangun komunikasi positif dengan pemerintah sekaligus menjalankan peran organisasi mahasiswa dalam memberikan gagasan dan kontribusi bagi masyarakat.
“Kami ingin membangun kolaborasi yang konkret. Pemerintah memiliki kebijakan dan program pembangunan, sementara mahasiswa memiliki energi, gagasan, dan jaringan sosial di masyarakat. Sinergi keduanya harus diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan kemajuan bangsa,” pungkasnya.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi terbentuknya kolaborasi yang lebih luas antara PB SEMMI dan Kementerian Hukum dalam memperkuat pendidikan hukum, kesadaran masyarakat, serta partisipasi generasi muda dalam pembangunan nasional.
PB SEMMI SIAP BERSINERGI, MENGAWAL PROGRAM PEMERINTAH, DAN BERKONTRIBUSI DALAM PEMBANGUNAN HUKUM SERTA KEMAJUAN INDONESIA.
Jakarta, 23 September 2026
PENGURUS BESAR
SERIKAT MAHASISWA MUSLIMIN INDONESIA (PB SEMMI)









