KONTRANARASI.COM-NAMROLE,Ketua Angkatan 2015 Se-Kabupaten Buru Selatan, Sulaiman Lamawulo, menyampaikan pernyataan tegas mewakili beberapa angkatan terkait ketentuan kuota pemain luar daerah pada Turnamen LFA Season IV 2026, sekaligus mendesak pembentukan Panitia atau Komite Disiplin.
Dalam pernyataannya, Sulaiman terlebih dahulu menyampaikan apresiasi atas kerja panitia pelaksana.
”Pertama-tama, kami menyampaikan penghargaan yang tulus atas dedikasi panitia pelaksana. Berkat semangat, disiplin, dan kerja keras, Turnamen Liga Futsal Angkatan (LFA) kini tumbuh menjadi ajang olahraga paling bergensi dan menjadi kebanggaan bersama di Kabupaten Buru Selatan. Pencapaian ini patut dihormati dan dijaga bersama,” ujarnya saat ditemui awak media kontranarasi.Rabu,(07/10/2026).
Ia menegaskan, tujuan utama turnamen ini sejak awal hanya dua: menjadi ajang silaturahmi antar alumni, serta memeriahkan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober.
Namun, menurutnya, ada ketentuan yang perlu dievaluasi bersama demi menjaga keadilan.
”menurutnya,sebuah pencapaian tidak layak dipertahankan melalui aturan yang tidak adil,” tegas Sulaiman.
Faktanya, angkatan yang mendatangkan 1 sampai 2 pemain dari luar daerah tetap dipaksa membayar biaya setara dengan lima orang, sebesar Rp500.000. Padahal biaya akomodasi, konsumsi, maupun tempat tinggal telah ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing angkatan,Ketentuan ini sungguh membebani seluruh angkatan se-Kabupaten Buru Selatan,” katanya.
Sulaiman menilai, keputusan-keputusan teknis harus lahir dari forum bersama, bukan sepihak.Kekuasaan panitia berasal dari amanah rapat teknis atau technical meeting, bukan dari keputusan sendiri. Panitia menjalankan kesepakatan bersama, bukan menetapkan aturan secara sepihak,” ujarnya.
Selain soal kuota pemain luar, Sulaiman juga mendesak panitia segera membentuk Panitia atau Komite Disiplin yang beranggotakan perwakilan manajer tiap angkatan, wasit, serta pengurus Dispora,Tambah ketua angkatan 2015 Bursel.
Pembentukan komite tersebut dinilai penting dengan tiga tujuan:
1. Mengantisipasi persoalan yang mungkin timbul, baik pelanggaran aturan maupun protes dari peserta.
2. Mengakomodir setiap permasalahan secara terbuka dan adil, sehingga tidak ada pihak yang merasa diabaikan.
3. Menjamin kedudukan panitia pelaksana tetap aman dan terhormat. Setiap keputusan yang ditinjau bersama menjauhkan kesan satu pihak berkuasa sendiri. Panitia Disiplin bukan untuk menentang, melainkan untuk melindungi panitia pelaksana agar dapat bekerja dengan tenang dan dipercaya.
”Kami menanti tanggapan yang bertanggung jawab pada pertemuan teknis mendatang,” tutup Sulaiman Lamawulo Ketua angkatan 2015 Bursel.
Sampai berita ini diturunkan,pihak panitia liga angkatan season IV belum memberikan klarifikasi terkait hal tersebut,F.MHT









