KONTRANARASI.COM —Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) kembali menggelar Pelatihan Petugas Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan sensus ekonomi nasional. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Hotel Mutiara Bula, Rabu (10/6/2026),
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BPS Kabupaten Seram Bagian Timur Firman Assegaff. Ketua Panitia Pelatihan, Karmila Rumaratu, dalam laporannya menjelaskan bahwa pelaksanaan pelatihan mengacu pada berbagai regulasi yang menjadi dasar penyelenggaraan kegiatan statistik nasional, termasuk peraturan perundang-undangan yang mengatur tugas dan fungsi Badan Pusat Statistik.
Menurutnya, pelatihan tersebut dirancang untuk memastikan seluruh peserta memahami secara menyeluruh mekanisme pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, baik melalui metode pendataan mandiri maupun pendataan langsung (fisik) di lapangan.
“Peserta yang mengikuti pelatihan gelombang kedua ini berjumlah 46 orang yang nantinya akan bertugas pada sejumlah wilayah pendataan yang telah ditetapkan,” Ujar Karmila.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Seram Bagian Timur, Firman Assegaff, saat membuka kegiatan menegaskan pentingnya peran petugas lapangan dalam menyukseskan agenda statistik nasional tersebut.

Menurut Firman, Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan strategis nasional yang hasilnya akan menjadi rujukan pemerintah dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Sensus ekonomi merupakan kegiatan yang sangat penting karena menghasilkan data yang akan menjadi dasar perencanaan pembangunan. Oleh karena itu, saya berharap seluruh petugas dapat melaksanakan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab,” Beber Firman.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk melakukan pemantauan langsung selama pelaksanaan sensus berlangsung, terutama pada wilayah-wilayah yang dapat dijangkau dalam satu daratan.
“Saya mungkin tidak dapat menemui seluruh petugas di setiap kecamatan, tetapi untuk wilayah yang masih berada dalam satu daratan saya akan turun langsung untuk melihat proses pendataan di lapangan,” Ucapnya
Menurutnya, Kabupaten Seram Bagian Timur memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Namun, pengembangan potensi tersebut sering kali terkendala oleh keterbatasan data yang valid dan terukur.
Dirinya mencontohkan sektor sagu yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah. Tanpa data yang memadai, pemerintah akan mengalami kesulitan dalam merancang program hilirisasi maupun menarik minat investor untuk berinvestasi di daerah.(KN-FS)









