Mengenang Kompol R. Sunaryo Tirtodiprojo, Pahlawan Polri Korban Pemberontakan PKI Madiun 1948

banner 468x60

KONTRANARASI.COM – Peristiwa pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Madiun pada 18 September 1948 menjadi salah satu catatan kelam dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Konflik tersebut menelan banyak korban jiwa, termasuk ulama, anggota TNI, anggota Polri, dan masyarakat sipil.

Salah satu sosok yang dikenang dalam peristiwa tersebut adalah Kepala Polisi Madiun, Kompol R. Soenarjo Tirtodiprojo, yang dalam ejaan saat ini ditulis Kompol R. Sunaryo Tirtodiprojo.

Kisah pengorbanan Kompol Sunaryo menjadi bagian dari sejarah perjuangan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mempertahankan keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pernah Menjabat Kepala Polisi Pekalongan

Berdasarkan catatan sejarah yang dihimpun dari Polres Pekalongan Kota dan Polres Madiun Kota, Kompol Sunaryo tercatat pernah menjabat sebagai kepala polisi pertama di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, pada periode 1945 hingga 1947.

Setelah menjalankan tugas di Pekalongan, ia kemudian dimutasi untuk menjabat sebagai kepala polisi wilayah Madiun.

Penugasan tersebut berlangsung pada masa awal kemerdekaan Indonesia, ketika situasi keamanan nasional masih diwarnai berbagai gejolak politik dan konflik bersenjata.

Gugur dalam Pemberontakan PKI Madiun

Pada 18 September 1948 dini hari, situasi keamanan di Madiun memanas setelah muncul kabar mengenai pergerakan pasukan pemberontak PKI yang dipimpin Muso.

Sebagai kepala polisi wilayah Madiun, Kompol Sunaryo segera mengambil langkah koordinasi dengan mendatangi kediaman Danrem Letkol Sumantri untuk membahas kondisi keamanan.

Namun, setibanya di lokasi, kediaman Danrem ternyata telah dikuasai oleh pasukan pemberontak PKI. Kompol Sunaryo kemudian turut ditangkap.

Dalam catatan sejarah yang dihimpun, sejumlah anggota Polri dan tokoh lainnya juga menjadi korban penculikan serta pembunuhan dalam rangkaian peristiwa tersebut.

Kompol Sunaryo disebut sebagai salah satu korban yang dibunuh oleh pemberontak PKI. Hingga kini, berdasarkan sumber yang dihimpun, lokasi makamnya bersama sejumlah korban lainnya belum diketahui secara pasti.

Nama Diabadikan di Madiun dan Pekalongan

Jasa dan pengorbanan Kompol Sunaryo Tirtodiprojo terus dikenang melalui sejumlah bentuk penghormatan di wilayah tempat ia pernah bertugas.

Di Madiun, nama Kompol Sunaryo diabadikan menjadi nama jalan yang berada di lokasi bekas kantor Polwil Madiun, yang kini menjadi wilayah Polres Madiun Kota.

Selain itu, nama beliau juga digunakan untuk Gedung Soenarjo, sebuah gedung pertemuan di lingkungan Polres Madiun Kota.

Penghormatan serupa juga terdapat di Pekalongan, tempat Kompol Sunaryo pernah mengemban tugas sebagai kepala polisi pertama di wilayah tersebut.

Di bangunan milik Polres Pekalongan Kota yang dahulu digunakan sebagai kantor Polwil Pekalongan, terdapat sebuah ruangan yang diberi nama Ruang “R. SOENARJO”.

Teladan Pengabdian untuk NKRI

Kisah Kompol R. Sunaryo Tirtodiprojo menjadi pengingat bahwa perjalanan sejarah Polri tidak dapat dilepaskan dari pengorbanan para anggotanya dalam menjaga keamanan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Pengabdian, keberanian, dan pengorbanan yang dikaitkan dengan sosok Kompol Sunaryo menjadi bagian dari warisan sejarah yang patut dikenang oleh generasi penerus.

Ia merupakan salah satu sosok yang dikenang dalam sejarah perjuangan Polri, sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga persatuan, keamanan, dan keutuhan NKRI.

Sumber: Polres Pekalongan Kota dan Polres Madiun Kota.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *