Sekum HMI-MPO Jakarta Raya Apresiasi PT Ormat dan Pemda Buru Dorong Pembangunan Panas Bumi Wapsalit yang Inklusif

banner 468x60

KONTRANARASI.COM – Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Cabang Jakarta Raya, Zatli Nacikit, mengapresiasi langkah PT Ormat Geothermal Indonesia bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Buru yang membuka ruang dialog dengan masyarakat Desa Wapsalit terkait rencana pembangunan panas bumi Wapsalit.

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar secara langsung di hadapan masyarakat Desa Wapsalit, Kabupaten Buru. Forum tersebut dinilai menjadi langkah positif untuk memperkuat komunikasi antara perusahaan, pemerintah daerah, masyarakat, serta para pemangku kepentingan.

Menurut Zatli, FGD menjadi momentum penting untuk membahas berbagai aspek pembangunan panas bumi, termasuk rencana yang berkaitan dengan masyarakat adat dan pengelolaan warisan budaya.

“Kami mengapresiasi langkah PT Ormat Geothermal Indonesia bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Buru yang membuka ruang dialog langsung dengan masyarakat Desa Wapsalit. Bagi kami, pembangunan tidak boleh hanya berbicara mengenai investasi dan energi, tetapi juga harus berbicara mengenai masyarakat, lingkungan, adat, budaya, serta keberlanjutan kehidupan generasi mendatang,” ujar Zatli, Kamis (3/9/2026).

Zatli menilai pembangunan energi terbarukan harus menjadi bagian dari upaya memperkuat kedaulatan energi nasional tanpa mengesampingkan hak dan kepentingan masyarakat lokal.

Ia menegaskan, masyarakat yang berada di sekitar wilayah pembangunan merupakan pihak yang akan berinteraksi langsung dengan dampak maupun manfaat proyek. Karena itu, pelibatan masyarakat tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial atau formalitas.

“Partisipasi masyarakat harus ditempatkan sebagai fondasi. Masyarakat harus mendapatkan informasi yang terbuka, memahami rencana pembangunan secara utuh, serta diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi, kekhawatiran maupun rekomendasi. Dengan demikian, pembangunan panas bumi Wapsalit dapat benar-benar menjadi pembangunan yang inklusif,” tegasnya.

Menurutnya, ruang dialog harus terus dibuka sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan. Transparansi informasi juga dinilai penting agar masyarakat dapat memahami manfaat, potensi risiko, dampak, serta langkah mitigasi yang disiapkan.

Zatli yang merupakan putra asli Buru tersebut juga menyoroti pentingnya memasukkan aspek masyarakat adat dan warisan budaya dalam proses pembangunan panas bumi Wapsalit.

Ia mengatakan identitas sosial, nilai budaya, situs atau peninggalan sejarah, serta pengetahuan lokal masyarakat merupakan bagian penting yang harus dihormati dan dilindungi.

“Energi panas bumi merupakan bagian penting dari transisi menuju energi yang lebih bersih. Namun, label energi terbarukan tidak boleh membuat aspek sosial, budaya dan lingkungan dikesampingkan,” katanya.

Ia berharap pembangunan panas bumi Wapsalit justru dapat menjadi contoh bahwa investasi, pengembangan energi, kepentingan masyarakat, perlindungan lingkungan dan pelestarian budaya dapat berjalan secara beriringan.

Untuk memastikan pembangunan berjalan secara inklusif, aman dan berkelanjutan, Zatli menyampaikan sejumlah catatan dan harapan kepada seluruh pihak.

Pertama, memastikan keterlibatan aktif masyarakat Desa Wapsalit dalam setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan panas bumi.

Kedua, menjamin keterbukaan informasi mengenai rencana pembangunan, potensi dampak, manfaat, risiko serta langkah mitigasi kepada masyarakat.

Ketiga, menghormati masyarakat adat dan kearifan lokal, termasuk memastikan pengelolaan warisan budaya dilakukan secara bertanggung jawab.

Keempat, menjaga kelestarian lingkungan dan memastikan seluruh kegiatan pembangunan dilakukan berdasarkan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan.

Kelima, memastikan manfaat ekonomi pembangunan dapat dirasakan masyarakat lokal melalui kesempatan kerja, peningkatan kapasitas, pemberdayaan ekonomi serta program pengembangan masyarakat.

Keenam, membangun mekanisme pengaduan dan komunikasi yang efektif agar masyarakat memiliki ruang yang jelas untuk menyampaikan aspirasi maupun persoalan yang muncul selama proses pembangunan.

Ketujuh, memastikan pemerintah daerah menjalankan fungsi pengawasan secara optimal sehingga pembangunan tidak hanya mengejar target investasi, tetapi juga menjamin kepentingan publik dan keberlanjutan daerah.

Zatli berharap FGD yang telah dilakukan tidak berhenti sebagai forum diskusi semata. Menurutnya, dialog antara masyarakat, pemerintah daerah dan PT Ormat Geothermal Indonesia harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami berharap FGD ini bukan menjadi ruang dialog yang berhenti pada pertemuan, tetapi menjadi awal dari proses komunikasi yang lebih panjang antara masyarakat, pemerintah daerah dan PT Ormat Geothermal Indonesia,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilan pembangunan panas bumi Wapsalit tidak semata-mata diukur dari besarnya investasi ataupun kapasitas energi yang dihasilkan. Lebih dari itu, keberhasilan harus dilihat dari sejauh mana pembangunan mampu menghadirkan keadilan, manfaat sosial, perlindungan lingkungan serta penghormatan terhadap masyarakat dan kebudayaan lokal.

“Jika semua pihak terbuka dan menempatkan kepentingan masyarakat serta keberlanjutan sebagai prioritas, maka pembangunan panas bumi Wapsalit dapat menjadi model pembangunan energi yang inklusif, aman dan berkelanjutan di Kabupaten Buru,” kata Zatli.

HMI-MPO Cabang Jakarta Raya, lanjutnya, pada prinsipnya mendukung pengembangan energi terbarukan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, dukungan tersebut harus berjalan beriringan dengan transparansi, partisipasi publik, perlindungan lingkungan, penghormatan terhadap masyarakat adat dan pelestarian warisan budaya.

“Wapsalit bukan sekadar lokasi pembangunan energi. Wapsalit adalah ruang hidup masyarakat yang memiliki sejarah, budaya dan masa depan. Karena itu, pembangunan harus hadir untuk masyarakat, bersama masyarakat, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *