KONTRANARASI.COM —Proyek revitalisasi di Seram Bagian Timur terus diapresiasi karena berjalan sesuai ketentuan, kali ini apresiasi datang ketua GMNI Cabang Seram Bagian Timur, Moh Nur Hulihulis
Dikatakan, sebagai instrumen pemuda di Daerah, semestinya harus mendukung setiap program yang masuk di Daerah, karena hal ini menjadi bagian dari proses pembangunan daerah terutama pada sektor pendidikan yang menjadi kebutuhan dasar, sehingga langkah Pemkab ini harus didukung.
“Harus didukung jika bermanfaat buat negeri ini, apalagi ini masalah pendidikan maka sifatnya wajib,” Ujar Hulihulis
Ketika ditanya terkait dengan keterlibatan pihak ketiga dalam pengelolaan revit di SBT ini, Ketua GMNI secara tegas mengatakan bahwa tidak ada pihak ketiga dalam pengelolaan program itu, hanya saja mereka keliru dalam menafsirkan karena tidak ada kontraktor maupun perusahaan (PT dan CV) atau konsorsium yang mengelola secara lansung. Karena kegiatan tersebut dikelola lansung oleh pihak sekolah.
Menurutnya proses revitalisasi dilaksanakan bersifat swakelola oleh pihak sekolah bersama masyarakat, sehingga informasi berkembang diluar sana bahwa dikerjakan pihak ketiga maka hal ini tentu keliru, karena tidak ada proses tender alias lelang.
“Tidak ada perusahaan atau pihak ketiga yang kelola, kemungkinan salah tafsir saja sehingga seakan-akan ada pihak ketiga. Ini fakta,” Tambah Hulihulis
Selain itu, Proyek revitalisasi satuan pendidikan atau sekolah kini dilarang melibatkan pihak ketiga atau kontraktor, karena Dana bantuan dikirim langsung ke sekolah dan wajib dikelola secara swakelola oleh pihak sekolah sendiri demi mencegah penyimpangan. Dalam kegiatan itu, Masyarakat yang berperan penting karena terbentuknya tim pelaksana kegiatan (TPK) yang melibatkan masyarakat yang ada pada wilayah itu.
“Program ini masih Melibatkan tenaga warga sekitar sekolah dan pembelian material dari toko lokal, sehingga ikut memacu perekonomian ditempat dimana sekolah itu mendapat revitalisasi,” Tutup Hulihulis.(KN-FS)









