Sekwil PW SEMMI Jakarta Raya Minta Klarifikasi Rektor UI Soal Postingan Suma UI yang Kaitkan LGBT dengan Nilai-Nilai Pancasila

banner 468x60

KONTRANARASI.COM – Sekertaris umum PW SEMMI Fahmi Reniwuryaan Jakarta Raya meminta Rektor Universitas Indonesia (UI) segera memberikan klarifikasi resmi kepada publik terkait postingan Suara Mahasiswa Universitas Indonesia (Suma UI) yang menurut penilaian SEMMI mengaitkan isu LGBT dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Sekretaris Umum PW SEMMI Jakarta Raya, Fahmi Reniwuryaan, mengatakan bahwa polemik yang muncul akibat unggahan tersebut tidak boleh dibiarkan tanpa penjelasan dari pihak universitas. Menurutnya, klarifikasi diperlukan agar masyarakat mengetahui secara jelas apakah narasi yang disampaikan Suma UI merupakan sikap resmi Universitas Indonesia atau merupakan pandangan organisasi kemahasiswaan.

“Universitas Indonesia adalah salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia yang memiliki tanggung jawab moral dan akademik kepada masyarakat. Karena itu, kami meminta Rektor UI memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak berkembang berbagai spekulasi yang dapat menimbulkan keresahan publik,” ujar Fahmi, Senin (15/6/2026).

Fahmi menegaskan bahwa Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pedoman hidup bangsa Indonesia yang tidak boleh ditafsirkan secara parsial atau digunakan sebagai pembenaran terhadap kepentingan kelompok tertentu.

“Dalam pandangan kami, Pancasila harus dipahami secara utuh. Nilai kemanusiaan yang terkandung dalam sila kedua tidak dapat dipisahkan dari sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, maupun sila-sila lainnya. Oleh karena itu, kami mempertanyakan narasi yang mengaitkan isu LGBT dengan nilai-nilai Pancasila,” tegasnya.

Menurut Fahmi, SEMMI Jakarta Raya menghormati hak setiap warga negara untuk diperlakukan secara adil, bermartabat, dan bebas dari tindakan diskriminatif. Namun, penghormatan terhadap hak setiap individu tidak serta-merta berarti mendukung atau mempromosikan setiap gerakan sosial maupun pandangan tertentu.

Ia juga mengingatkan bahwa kampus merupakan ruang pendidikan yang memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter, moral, dan wawasan kebangsaan mahasiswa. Oleh sebab itu, setiap narasi yang dipublikasikan oleh organisasi kemahasiswaan seharusnya mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat luas.

“Kampus harus tetap menjadi pusat lahirnya pemikiran yang kritis, tetapi juga bertanggung jawab. Kebebasan berekspresi harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap nilai-nilai Pancasila, konstitusi, norma hukum, dan budaya bangsa Indonesia,” katanya.

PW SEMMI Jakarta Raya berharap Rektor Universitas Indonesia segera memberikan klarifikasi resmi sehingga polemik yang berkembang tidak semakin meluas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kami percaya Universitas Indonesia memiliki komitmen menjaga integritas akademik dan nilai-nilai kebangsaan. Karena itu, kami berharap Rektor UI segera menyampaikan penjelasan resmi agar publik memperoleh kepastian dan persoalan ini dapat disikapi secara bijaksana,” tutup Fahmi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *