Karhutla dan Kemarau Panjang Melanda Bula, Karang Taruna Bagikan Masker dan Salurkan Air Bersih

banner 468x60

KONTRANARASI.COM – Pengurus Kabupaten Karang Taruna (PKKT) Seram Bagian Timur (SBT) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kemarau panjang, serta fenomena El Nino yang berdampak terhadap masyarakat di Kota Bula dan sekitarnya.

Sebagai bentuk kepedulian, PKKT SBT menggelar aksi kemanusiaan dengan membagikan masker kepada warga dan siswa-siswi. Kegiatan tersebut sekaligus diisi dengan sosialisasi mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap karhutla dan dampak musim kemarau.

Tak hanya membagikan masker, PKKT SBT juga menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang.

Aksi kemanusiaan tersebut direncanakan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Karang Taruna dalam membantu masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai ancaman bencana yang dapat terjadi selama musim kemarau.

Rusdi Rumata Ketua PKKT SBT menyampaikan bahwa isu karhutla, kemarau panjang, dan fenomena El Nino menjadi perhatian Karang Taruna secara nasional,”Ujarnya pada Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, pihaknya telah menerima instruksi melalui surat edaran Ketua Pengurus Karang Taruna Provinsi Maluku, Alexsander Waas, SH, yang ditujukan kepada seluruh Pengurus Karang Taruna Kabupaten/Kota se-Maluku.

“SBT menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus karena selama kurang lebih satu bulan terakhir terjadi kebakaran hutan dan lahan yang diperkirakan telah mencapai ratusan hektare,” tegasnya.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan berbagai dampak terhadap lingkungan dan masyarakat. Karhutla dan kemarau panjang tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga memicu polusi udara serta berpengaruh terhadap ketersediaan dan distribusi air bersih di Kota Bula dan wilayah sekitarnya.

Atas kondisi tersebut, Ketua PKKT SBT menilai kehadiran organisasi kepemudaan di tengah masyarakat sangat diperlukan, terutama dalam situasi yang membutuhkan kepedulian dan gotong royong.

“Kami merasa penting untuk hadir melalui aksi kemanusiaan ini. Tentu apa yang kami lakukan tidak seberapa dan tidak mungkin menyelesaikan seluruh persoalan. Namun, ini merupakan bentuk kepedulian kami sebagai anak kandung masyarakat SBT, dengan harapan dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak,” katanya.

Ketua PKKT SBT juga mengimbau masyarakat Kota Bula dan sekitarnya agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan turut berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran.

Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah di area terbuka, serta tidak membuang puntung rokok secara sembarangan.

Selain itu, warga juga diingatkan untuk memastikan api benar-benar padam setelah melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

“Apabila masyarakat melihat titik api atau terjadi kebakaran, segera laporkan kepada pihak pemadam kebakaran atau pemerintah melalui nomor darurat 112,” imbaunya.

Ketua PKKT SBT berharap kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai elemen sosial dapat diperkuat untuk menghadapi dampak kemarau panjang, mencegah meluasnya karhutla, serta membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *