Panas Berkepanjangan, Sejumlah Tanaman Mengering

banner 468x60

KONTRANARASI.COM —Musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, kini berdampak serius pada tanaman milik masyarakat di Kecamatan Kian Darat.

Kondisi tersebut terlihat di sejumlah lokasi perkebunan pala warga, termasuk di Desa Artafella kecamatan kiandara. Tanaman pala dan cengkeh milik masyarakat tampak layu akibat minimnya curah hujan dan terbatasnya ketersediaan air.

Berdasarkan pantauan berdasarkan informasi yang diterima pada, Minggu (23/8/2026), sebagian tanaman bahkan dilaporkan telah mengering hingga menyebabkan pohonnya mati. Warga kini terpaksa mengambil air dari permukiman untuk dibawa ke lahan perkebunan dan digunakan untuk menyiram tanaman.

Kondisi kekeringan yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir membuat aktivitas petani semakin berat. Untuk menjaga tanaman tetap hidup, sebagian warga harus mendatangi kebun sejak pagi hari untuk melakukan penyiraman.

Salah satu petani asal Kecamatan Kian Darat, Jafar Sukunwatan, mengatakan. penyiraman tanaman telah dilakukan secara rutin selama kurang lebih tiga bulan selama kondisi kemarau berlangsung.

“Bukan hanya hari ini kami menyiram tanaman pala dan cengkeh. Ini sudah kurang lebih tiga bulan,” kata Jafar

Menurutnya, warga harus mengambil air dari kampung kemudian membawanya ke lahan perkebunan. Upaya tersebut dilakukan karena tanaman tidak mendapatkan pasokan air, maka kondisi tanaman akan semakin mengering.

“Kalau dibiarkan, tanaman akan tetap kering, baik pala maupun cengkeh,” Ucapnya

Jafar menyebt, kekeringan telah menyebabkan sejumlah tanaman milik warga mati. Bahkan, ratusan pohon pala dan cengkeh tersebut tidak mampu bertahan karena keterbatasan air dan sulitnya proses penyiraman.

“Memang untuk saat ini ratusan pohon pala maupun cengkeh sudah mati kami kewalahan dalam penyiraman,” Tambah Jafar

Menurut Jafar, kondisi tersebut juga membuat sebagian masyarakat harus bermalam di sekitar kawasan perkebunan agar dapat melakukan penyiraman tanaman pada pagi hari. Ia berharap pemerintah daerah melalui instansi teknis segera turun tangan memberikan bantuan dan solusi bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Sampai saat ini belum ada bantuan, baik air maupun solusi dari pemerintah dalam mengatasi persoalan yang terjadi bagi kami,” Tutupnya.(KN-FS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *