Ketum KNPS, David Hamka Ajak Anak Muda Peduli Stunting di Tengah Polemik MBG

banner 468x60

KONTRANARASI.COM – Polemik yang muncul menyusul berbagai kritik mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat perhatian dari Komite Nasional Pencegahan Stunting (KNPS) Indonesia. Namun, alih-alih memperpanjang perdebatan, KNPS memilih mengajak generasi muda untuk lebih fokus pada persoalan mendasar yang masih dihadapi bangsa, yakni stunting dan pemenuhan gizi anak.

Ketua Umum KNPS Indonesia, David Hamka, mengatakan bahwa perbedaan pandangan terhadap suatu kebijakan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun yang tidak boleh dilupakan adalah masih adanya jutaan anak Indonesia yang membutuhkan perhatian bersama agar dapat tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Menurut David, generasi muda memiliki peran penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting. Tidak hanya melalui kritik dan diskusi di ruang publik, tetapi juga melalui aksi nyata, edukasi, pendampingan masyarakat, serta kepedulian terhadap isu kesehatan dan gizi.

“Bangsa ini membutuhkan lebih banyak anak muda yang hadir membawa solusi. Kritik tentu penting, tetapi kepedulian dan keterlibatan langsung dalam menyelesaikan persoalan bangsa juga tidak kalah penting,” ujarnya, pada Rabu (17/06/1026) malam.

David menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan persoalan masa depan bangsa. Anak yang mengalami gangguan pertumbuhan berisiko menghadapi berbagai tantangan dalam perkembangan fisik, kognitif, dan produktivitasnya di masa mendatang.

Karena itu, menurutnya, seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa dan generasi muda, perlu mengambil bagian dalam upaya membangun generasi yang sehat dan berkualitas sejak dini.

KNPS mengapresiasi berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan memperkuat pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Program-program tersebut dinilai perlu terus dikawal, diperbaiki, dan diawasi bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

David juga mengingatkan bahwa persoalan stunting masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah. Karena itu, energi anak muda seharusnya tidak hanya dihabiskan dalam perdebatan, tetapi juga diarahkan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Sebagai generasi penerus bangsa, kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk menyiapkan generasi Indonesia yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih berkualitas. Itulah tugas besar yang harus kita perjuangkan bersama,” katanya.

Melalui momentum ini, KNPS Indonesia mengajak seluruh anak muda untuk meningkatkan kepedulian terhadap isu gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pencegahan stunting sebagai bagian dari upaya membangun Indonesia Emas 2045.

“Perbedaan pendapat boleh terjadi, tetapi masa depan generasi bangsa harus tetap menjadi prioritas bersama. Mari kita fokus pada solusi dan mengambil peran nyata dalam menyiapkan generasi Indonesia yang unggul sejak hari ini,” tutup David Hamka.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *