Dugaan Penimbunan BBM, Permata Hitam Dan Pertamina Juga Harus Diperiksa

Oplus_131072
banner 468x60

KONTRANARASI.COM —Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Seram Bagian Timur mengingatkan Polres SBT, untuk mendalami kasus dugaan ilegal oil yang saat ini ditangani, karena kasus dugaan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak boleh berhenti sampai pada hilirnya saja, tetapi hulunya juga harus diusut.

Ketua DPD KNPI Seram Bagian Timur, Sabandarlisa Kelilauw menegaskan, proses penyelidikan dan penyidikan harus dilakukan secara menyeluruh dengan menelusuri seluruh mata rantai distribusi, sehingga seluruh pihak yang diduga memiliki keterkaitan dapat dipanggil dan diperiksa sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Jangan hanya berhenti di terakhir, tetapi awal dan tengahnya juga harus lidik, karena penyaluran minyak itu memiliki mata rantai yang tidak bisa dipisahkan,” Tegas Lisa

Menurutnya, penyidik harus mengungkap asal-usul BBM, jalur distribusi, hingga pihak-pihak yang diduga memiliki peran dalam perkara tersebut, agar tidak terfokus pada satu pihak saja. Karena minyak tidak bisa dipasok jika tidak ada yang memasok, sehingga sebagai penyidik, Polres SBT tentu lebih memahami alur pendalaman kasus ini.

“Informasi yang kami peroleh, BBM tersebut diduga berasal dari seorang agen bernama berinisial L. Selanjutnya, L disebut memperoleh pasokan dari Permata Hitam yang diketahui merupakan mitra Pertamina. Karena itu, kami meminta penyidik memanggil dan memeriksa seluruh pihak yang memiliki keterkaitan dalam rantai distribusi tersebut agar fakta yang sebenarnya dapat terungkap,” Ujar Lisa

Dirinya menilai, keberadaan puluhan drum BBM bersubsidi yang diduga ditimbun bukan persoalan sederhana, sehingga penyidik perlu mendalami lebih dalam mekanisme distribusi, pola penyaluran, sehingga kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat secara terselubung dalam kasus ini juga bisa diungkap.

KNPI juga meminta penyidik agar dapat memeriksa pihak lain berinisial L, Permata Hitam, serta pihak-pihak lain yang dianggap berperan penting dalam kasus ini. Selain itu, penyidik juga didesak untuk meminta keterangan dari pihak Pertamina untuk memastikan proses distribusi BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jangan sampai muncul anggapan bahwa penyidikan hanya menyentuh pelaku di lapangan, sementara rantai distribusi yang lebih besar tidak tersentuh. Ini tentu ada penilaian miring dari publik,” Kata Lisa

Lebih lanjut Sabandarlisa juga menyoroti perkembangan penyidikan yang telah berujung pada penahanan salah satu terduga pelaku berinisial LR. Menurutnya, aparat penegak hukum harus bersikap konsisten dan profesional dalam menangani perkara tersebut, sehingga terkesan tidak ada tebang pilih alias main dipusaran tanpa menyentuh dasar.

“LR sudah ditahan oleh penyidik. Karena itu, kami mendesak agar oknum berinisial L juga segera ditahan apabila penyidik telah memiliki alat bukti yang cukup. Apalagi, yang bersangkutan sebelumnya telah diperiksa sebagai saksi dalam perkara ini,” Tutup Lisa

Sampai berita ini dipublikasikan, pihak Pertamina, maupun PT permata Hitam belum dapat dikonfirmasi.(KN-FS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *