KNPI SBT Desak Usut Tuntas Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi Di Bula

banner 468x60

KONTRANARASI.COM —Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Seram Bagian Timur mengingatkan aparat penegak hukum untuk serius dan profesional dalam mengusut kasus dugaan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Kasus yang saat ini ditangani Polres Seram Bagian Timur mendapat perhatian serius Organisasi kepemudaan itu, mereke meminta penyidikan dilakukan secara menyeluruh dengan menelusuri seluruh mata rantai distribusi, sehingga seluruh pihak yang diduga memiliki keterkaitan dapat dipanggil dan diperiksa sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Ketua DPD KNPI Seram Bagian Timur, Sabandarlisa Kelilauw menjelaskan. penyidikan tidak boleh berhenti pada pihak yang kedapatan menguasai puluhan drum BBM bersubsidi hasil operasi penegakan hukum. Menurutnya, penyidik harus mengungkap asal-usul BBM, jalur distribusi, hingga pihak-pihak yang diduga memiliki peran dalam perkara tersebut, agar tidak terfokus pada satu pihak saja.

“Berdasarkan informasi yang kami peroleh, BBM tersebut diduga berasal dari seorang agen bernama Labudi. Selanjutnya, Labudi disebut memperoleh pasokan dari Permata Hitam yang diketahui merupakan mitra distribusi Pertamina. Karena itu, kami meminta penyidik memanggil dan memeriksa seluruh pihak yang memiliki keterkaitan dalam rantai distribusi tersebut agar fakta yang sebenarnya dapat terungkap,” Tegas Lisa

Dirinya menilai, keberadaan puluhan drum BBM bersubsidi yang diduga ditimbun bukan persoalan sederhana, sehingga penyidik perlu mendalami lebih dalam mekanisme distribusi, pola penyaluran, hingga kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat secara terselubung.

KNPI juga meminta penyidik memeriksa pihak Labudi, Permata Hitam, serta pihak-pihak lain yang dianggap penting. Selain itu, penyidik juga diingatkan meminta keterangan dari pihak Pertamina untuk memastikan proses distribusi BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jangan sampai muncul anggapan bahwa penyidikan hanya menyentuh pelaku di lapangan, sementara rantai distribusi yang lebih besar tidak tersentuh,” Ujarnya

Lebih lanjut Sabandarlisa juga menyoroti perkembangan penyidikan yang telah berujung pada penahanan Lasani Rumbia. Menurutnya, aparat penegak hukum perlu bersikap konsisten dalam menangani perkara tersebut, sehingga terkesan tebang pilih alias main dipusaran tanpa menyentuh dasar.

“Lasani Rumbia sudah ditahan oleh penyidik. Karena itu, kami mendesak agar Labudi juga segera ditahan apabila penyidik telah memiliki alat bukti yang cukup. Apalagi, yang bersangkutan sebelumnya telah diperiksa sebagai saksi dalam perkara ini. Kami berharap penyidik bertindak secara profesional, objektif, dan konsisten terhadap setiap pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut,” Kata Lisa

Dikatakan, dugaan penimbunan BBM bersubsidi dalam jumlah besar yang terjadi di Kota Bula sebagai pusat pemerintahan menjadi perhatian serius. kondisi tersebut perlu menjadi pintu masuk bagi aparat untuk mengevaluasi pengawasan distribusi BBM bersubsidi di wilayah lain.

“dugaan penimbunan puluhan drum BBM bersubsidi bisa terjadi di Kota Bula, maka publik tentu mempertanyakan bagaimana kondisi pengawasan di kecamatan lain yang lebih jauh dari pusat pemerintahan. Karena itu, pengusutan harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak berhenti pada satu atau dua orang” Bebernya

Untuk itu, DPD KNPI Seram Bagian Timur akan terus mengawal perkembangan perkara tersebut hingga memperoleh kepastian hukum. Organisasi itu meminta aparat penegak hukum bertindak profesional dan tegas terhadap siapa pun yang nantinya terbukti terlibat berdasarkan alat bukti yang sah.

“Kami ingin memastikan seluruh pihak yang memiliki keterkaitan diperiksa secara profesional. Apabila ditemukan bukti yang cukup, maka proses hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Masyarakat Seram Bagian Timur berhak memperoleh kepastian hukum dan keadilan,” Tutup Sabandarlisa.

Sampai berita ini dipublis, baik pihak Pertamina maupun permata Hitam belum dapat dikonfirmasi.(KN-FS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *