KONTRANARASI.COM – Direktur Eksekutif Pusat Kajian dan Studi Indonesia (PUSAKA INDONESIA), Afandi Tomagola, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam mendorong investasi, memperkuat hilirisasi industri, dan membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul laporan realisasi investasi selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang mencapai Rp3.923,2 triliun dengan penyerapan sekitar 5,48 juta tenaga kerja.
Menurut Afandi Tomagola, capaian tersebut merupakan perkembangan penting dalam upaya memperkuat perekonomian nasional. Namun, keberhasilan pembangunan juga perlu diukur dari sejauh mana investasi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan mendorong pemerataan kesejahteraan.
“PUSAKA INDONESIA mengapresiasi upaya pemerintah dalam mendorong investasi dan memperkuat hilirisasi industri. Kami berharap capaian tersebut terus ditingkatkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan industri nasional, dan pemerataan pembangunan,” ujar Afandi Tomagola, Selasa (20/10/2026).
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama jajaran menteri di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026). Rapat tersebut membahas upaya peningkatan investasi berkualitas melalui penguatan hilirisasi industri dan percepatan layanan perizinan.
Usai rapat, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa realisasi investasi selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo mencapai Rp3.923,2 triliun dan menyerap sekitar 5,48 juta tenaga kerja.
Sementara itu, realisasi investasi periode Januari–September 2026 tercatat sebesar Rp1.539,2 triliun atau 75,4 persen dari target, dengan penyerapan sekitar 2,19 juta tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, investasi sektor hilirisasi menyumbang Rp480 triliun.
Afandi menilai penguatan hilirisasi perlu terus diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat keterlibatan industri dan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, investasi tidak hanya meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Selain investasi, pemerintah juga melakukan integrasi sistem perizinan yang melibatkan 28 kementerian dan lembaga berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025. Kebijakan ini ditujukan untuk memberikan kepastian waktu pelayanan dan meningkatkan kemudahan berusaha bagi investor dalam maupun luar negeri.
PUSAKA INDONESIA berharap integrasi perizinan tersebut dapat dilaksanakan secara konsisten, transparan, dan akuntabel sehingga mampu mengurangi hambatan administratif serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha nasional.
“Ke depan, kami berharap pemerintahan Prabowo-Gibran terus menjaga momentum investasi dengan mengedepankan kepentingan nasional. Investasi harus menjadi instrumen untuk memperkuat kemandirian ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas lapangan kerja, dan mewujudkan kesejahteraan rakyat secara merata,” tutup Afandi Tomagola.
PUSAKA INDONESIA menegaskan pentingnya pengawasan dan evaluasi berkelanjutan terhadap kebijakan investasi agar setiap capaian pembangunan dapat memberikan dampak positif yang terukur bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia.








