KONTRANARASI.COM – Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia, , mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengedepankan dukungan terhadap kinerja pemerintah. Menurutnya, menjaga stabilitas nasional merupakan prasyarat utama agar pemerintah dapat bekerja secara optimal dalam menghadapi dinamika global yang kian kompleks.
Ia menilai, munculnya isu pelengseran Presiden Republik Indonesia, , di media sosial bukanlah fenomena yang terjadi secara alamiah. Narasi tersebut diduga sengaja dibangun untuk membentuk opini publik yang sarat kebencian, sekaligus berpotensi memicu instabilitas nasional menjelang pertengahan tahun 2026.
Lebih jauh, Sandri mengungkapkan adanya indikasi pola yang terorganisir dan melibatkan sejumlah pihak tertentu. Pola ini, menurutnya, mengarah pada upaya menciptakan situasi chaos yang dapat mengganggu ketertiban umum serta merusak stabilitas nasional.
Ia juga menyoroti keterlibatan sejumlah oknum dari kalangan aktivis, mahasiswa, hingga organisasi non-pemerintah yang dinilai seakan menciptakan kondisi yang berpotensi memicu kekacauan. “Upaya mendelegitimasi pemerintah yang sah merupakan tindakan inkonstitusional dan akan kami lawan,” tegasnya. Kamis, (9/4/2026).
Dalam situasi saat ini, Sandri menekankan pentingnya persatuan dan soliditas seluruh komponen bangsa. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang beredar, yang justru berpotensi memecah belah.
Ia menambahkan, pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto tengah bekerja keras menghadapi berbagai tantangan, baik di tingkat nasional maupun global. Tantangan tersebut mencakup penguatan ekonomi nasional, krisis energi, serta ketidakpastian geopolitik yang terus berkembang.
“Di tengah dinamika global yang begitu cepat, pemerintah sedang berupaya maksimal menjawab berbagai persoalan. Sudah sepatutnya kita memberikan dukungan penuh, bukan justru menciptakan kegaduhan politik yang pada akhirnya merugikan masyarakat luas,” pungkasnya.









