Hadapi Tekanan Global, Sandri Rumanama Dorong Penguatan Keamanan demi Kedaulatan Energi

banner 468x60

KONTRANARASI.COM – Di tengah bayang-bayang krisis energi global yang masih membelit periode 2024–2026, Koordinator Nasional Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama, menegaskan bahwa stabilitas keamanan nasional bukan lagi sekadar kebutuhan melainkan fondasi utama ketahanan negara.

Menurutnya, gejolak geopolitik dunia yang kian tak terprediksi, ditambah fluktuasi harga energi global, telah menciptakan tekanan serius yang berpotensi menggoyahkan stabilitas nasional. Dalam situasi seperti ini, makna keamanan harus diperluas, tak lagi terbatas pada aspek militer semata.

“Keamanan hari ini adalah tentang memastikan energi tetap mengalir, infrastruktur terlindungi, dan masyarakat tidak terdampak gejolak global,” tegas Sandri usai menghadiri acara halal bihalal, Rabu (1/4/2026).

Ia menyoroti peran strategis Polri sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas tersebut. Bukan hanya menjaga ketertiban, Polri juga memikul tanggung jawab besar dalam melindungi infrastruktur energi vital, mulai dari kilang minyak, jaringan listrik, hingga pipa gas, dari berbagai ancaman, baik fisik, terorisme, maupun serangan siber yang kian kompleks.

Lebih jauh, Sandri mengingatkan bahwa konflik geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah, berpotensi mengganggu jalur distribusi energi global. Ketegangan di titik-titik strategis seperti Selat Hormuz menjadi ancaman nyata yang bisa memicu efek domino hingga ke dalam negeri.

Dalam konteks ini, stabilitas keamanan domestik menjadi penopang utama agar distribusi energi nasional tetap berjalan tanpa hambatan dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Tak hanya itu, Sandri menilai kondisi keamanan yang kondusif juga menjadi kunci dalam mendorong percepatan transisi energi menuju sumber terbarukan berbasis potensi lokal. Stabilitas membuka ruang bagi inovasi, investasi, dan kemandirian energi yang lebih berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan cadangan energi nasional, baik operasional maupun strategis yang membutuhkan situasi aman dan terkendali agar dapat dimobilisasi secara cepat dan efektif saat krisis terjadi.

Di tengah rivalitas kekuatan global dan tekanan terhadap rantai pasok energi dunia, Indonesia disebut berada pada posisi yang rentan. Karena itu, stabilitas keamanan bukan hanya soal menjaga ketertiban dalam negeri, tetapi juga menjadi tameng strategis untuk melindungi kedaulatan energi nasional.

“Keamanan nasional hari ini adalah garis pertahanan utama kita dalam menghadapi krisis energi global. Tanpanya, ketahanan dan kemandirian energi hanya akan menjadi wacana,” pungkas Sandri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *