KNPS Indonesia Ajak Remaja Putri Hindari Vape Sejak Dini

Foto : David Hamka Ketua KNPS Indonesia /Ist.
banner 468x60

KONTRANARASI.COM – Komite Nasional Pencegahan Stunting (KNPS) Indonesia mengajak remaja putri untuk menghindari penggunaan vape sejak dini karena berpotensi menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang, termasuk meningkatkan risiko stunting pada generasi mendatang.

Ketua Umum Komite Nasional Pencegahan Stunting, David Hamka, menegaskan bahwa penggunaan vape pada remaja putri dan wanita dewasa perlu menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi kesehatan reproduksi dan kualitas kehamilan di masa depan.

“Remaja putri adalah calon ibu. Apa pun yang dikonsumsi dan menjadi kebiasaan hari ini akan sangat menentukan kesehatan generasi berikutnya. Vape mengandung berbagai zat kimia yang berpotensi mengganggu kesehatan tubuh, termasuk sistem reproduksi perempuan,” Ujar David Hamka, pada Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan nikotin dan zat kimia dari rokok elektronik dapat memengaruhi kualitas sel telur, keseimbangan hormon, serta kesehatan pembuluh darah. Kondisi ini berpotensi berdampak pada kehamilan yang tidak optimal, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah maupun gangguan pertumbuhan.

“Jika seorang perempuan sudah terbiasa menggunakan vape sejak remaja, dampaknya bisa terasa saat memasuki usia reproduksi. Risiko gangguan kehamilan hingga bayi lahir dengan berat badan rendah bisa meningkat, dan ini merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan stunting,” jelasnya.

David Hamka juga menekankan bahwa upaya pencegahan stunting tidak hanya dilakukan ketika seorang perempuan sudah hamil, tetapi harus dimulai jauh sebelumnya, termasuk pada masa remaja.
“Pencegahan stunting dimulai dari calon orang tua yang sehat. Oleh karena itu, remaja putri perlu diedukasi untuk menghindari gaya hidup yang berisiko terhadap kesehatan, termasuk penggunaan vape,” tambahnya.

KNPS Indonesia mendorong berbagai pihak, mulai dari keluarga, sekolah, hingga pemerintah daerah, untuk memperkuat edukasi kepada remaja mengenai bahaya vape dan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

“Peran keluarga dan lingkungan sangat penting. Edukasi tentang bahaya vape harus diperkuat agar remaja putri memahami bahwa menjaga kesehatan mereka hari ini berarti melindungi generasi masa depan,” tutup David Hamka.

Melalui kampanye ini, KNPS Indonesia berharap kesadaran masyarakat, khususnya remaja putri, semakin meningkat untuk menjauhi vape dan menerapkan pola hidup sehat demi mendukung lahirnya generasi yang bebas stunting dan mengajak remaja putri untuk sadar bahwa di rahim mereka lah generasi hebat akan di lahirkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *