KONTRANARASI.COM – Direktur Gerakan Mahasiswa Jakarta (GMJ) Maulana Yoga, menyampaikan penyesalannya atas tindakan sejumlah oknum mahasiswa dalam aksi massa yang berlangsung baru-baru ini. Ia menilai tindakan maki-maki terhadap aparat kepolisian serta perilaku yang dinilai tidak sesuai dengan etika akademik telah mencederai nilai luhur gerakan mahasiswa.
Dalam keterangannya, Yoga mengatakan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh konstitusi. Namun demikian, kebebasan tersebut harus tetap dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi norma kesantunan.
“Aksi unjuk rasa adalah bagian dari tradisi demokrasi dan dinamika intelektual mahasiswa. Tetapi ketika diwarnai dengan makian kepada polisi dan tindakan yang tidak mencerminkan sikap akademis, maka esensi perjuangan itu sendiri menjadi berkurang,” ujarnya. Jumat (27/02/2026).
Ia juga menyoroti adanya insiden penulisan kata “pembunuh” pada surban yang dikenakan oleh aparat kepolisian dalam pengamanan aksi. Menurutnya, tindakan tersebut berpotensi memicu provokasi dan memperkeruh situasi di lapangan.
“Penulisan kata-kata bernada tudingan seperti itu tanpa proses hukum yang jelas sangat tidak bijak. Hal tersebut hanya akan memperbesar ketegangan dan memperdalam polarisasi,” tambahnya.
Maulana Yoga juga menegaskan bahwa mahasiswa sebagai kelompok terdidik seharusnya mampu menyampaikan kritik secara argumentatif, berbasis data, serta disampaikan dengan bahasa yang santun. Ia mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk tetap kritis terhadap kebijakan publik, namun tidak meninggalkan etika dan tanggung jawab moral dalam setiap aksi.
lebih lanjut, GMJ juga berharap gerakan mahasiswa tetap menjadi kekuatan moral yang dihormati karena kecerdasan dan integritasnya, bukan karena tindakan yang kontraproduktif dalam ruang demokrasi.








