Transformasi Pendidikan: Ketua DPC PMPI SBT, Apresiasi Kepala Dinas Pendidikan SBT atas Optimalisasi Revitalisasi Sekolah dan Pelestarian Budaya

Foto : Ketua DPC PMPI SBT, Rion Adi / Ist
banner 468x60

KONTRANARASI.COM – Keberhasilan Dinas Pendidikan SBT dalam mengelola dua pilar penting infrastruktur dan pelestarian budaya mendapat sorotan positif dari berbagai kalangan. Melalui transparansi anggaran dalam revitalisasi sekolah serta kesuksesan penyelenggaraan lomba bahasa daerah di tingkat kecamatan, instansi ini dinilai berhasil menciptakan keseimbangan antara modernitas fasilitas dan kearifan lokal.

​​Langkah kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Afiudin Rumakway, S. Pd dalam mengawal anggaran revitalisasi patut diacungi jempol. Bukan hanya soal fisik bangunan yang kini lebih layak dan aman bagi siswa, tetapi juga ketepatan sasaran distribusi anggaran yang minim kebocoran. ​

Bacaan Lainnya

Di sisi lain, semaraknya Lomba Bahasa Daerah di tiap kecamatan menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada angka di atas kertas, tetapi juga pada pembentukan karakter dan identitas bangsa melalui bahasa ibu,” Tegas ketua DPC PMPI SBT, Rion Adi pada Wartawan, Selasa (24/2/2026).

Selain itu ketua DPC PMPI SBT, Rion Adi jug menawarkan solusi strategis kepada dinas pendidikan SBT sebagai bentuk keberlanjutan. ​meski pencapaian saat ini sangat membanggakan, tantangan di masa depan akan selalu ada. Sebagai bentuk dukungan peer-to-peer, berikut adalah beberapa solusi yang dapat dipertimbangkan oleh Dinas Pendidikan SBT untuk menjaga momentum ini diantaranya:

  1. Sistem pemeliharaan berbasis digital (Smart Maintenance) Agar bangunan sekolah yang telah direvitalisasi tidak cepat rusak, dinas perlu mengimplementasikan sistem pelaporan kerusakan ringan berbasis aplikasi. Hal ini memungkinkan perbaikan dilakukan sebelum kerusakan menjadi besar dan mahal.
  2. Integrasi Kurikulum (Muatan Lokal Kreatif) Agar Lomba Bahasa Daerah tidak sekadar menjadi ajang tahunan, hasilnya dapat dibukukan atau dijadikan konten digital (podcast/video) oleh para pemenang, yang kemudian digunakan sebagai materi pengayaan di sekolah-sekolah lain.
  3. Audit Sosial dan Partisipasi Publik Mempertahankan transparansi anggaran dengan melibatkan komite sekolah dalam pengawasan pemeliharaan fasilitas. Ini akan menciptakan rasa memiliki (sense of belonging) yang lebih kuat di tingkat akar rumput.

Keberhasilan ini adalah bukti bahwa koordinasi yang solid antara manajemen anggaran dan eksekusi di lapangan dapat membawa perubahan nyata bagi wajah pendidikan di kabupaten seram bagian timur, “Tegasnya,

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *