Sekjen MUI Tutup Workshop KBL, Dorong Tata Kelola Berstandar Internasional

Kontranarasi.com – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr. Amirsyah Tambunan, secara resmi mengakhiri rangkaian Workshop Pimpinan Komisi, Badan, dan Lembaga (KBL) di lingkungan MUI yang digelar pada Rabu (14/1/2026).

Kegiatan workshop ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat kinerja KBL MUI dengan mengacu pada standar internasional, yakni ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu (Quality Management System/QMS) serta ISO 14001 mengenai Sistem Manajemen Lingkungan (Environmental Management System/EMS). Kedua standar tersebut dipandang penting sebagai pedoman terstruktur dalam meningkatkan kualitas kinerja organisasi sekaligus mengelola dampak lingkungan secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Amirsyah menekankan bahwa persoalan lingkungan kerja perkantoran masih menjadi tantangan global, mulai dari penggunaan pendingin ruangan hingga konsumsi kertas yang berlebihan. Tidak hanya aspek lingkungan fisik, ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi sosial di tempat kerja agar tercipta suasana yang aman, nyaman, dan bebas dari tekanan berlebih.

“Pengendalian lingkungan kerja membutuhkan etos dan budaya kerja yang produktif. Hal itu harus ditopang oleh pelatihan berkesinambungan, ketersediaan sarana yang memadai, serta dukungan manajemen yang kuat dan berbasis kinerja,” kata Amirsyah.

Ia menambahkan, penerapan tata kelola yang baik akan meningkatkan kepercayaan diri sumber daya insani dalam menjalankan tugas, sekaligus menekan risiko kesehatan dan dampak lingkungan.

Sebagai langkah lanjutan, Tim Pembinaan Kepegawaian MUI akan menggelar kegiatan gathering pada 16–18 Januari 2026 di SM Tower, Yogyakarta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi peningkatan kinerja sekaligus penguatan peran MUI sebagai tenda besar umat Islam, pelayan umat (khodimul ummah), dan mitra pemerintah (shodiq al-hukumah) dalam mendorong kemaslahatan umat dan bangsa.

Ketua Tim Pembinaan Kepegawaian MUI, Hazuarli Halim, menjelaskan bahwa kegiatan gathering juga merupakan bentuk apresiasi bagi para staf sekretariat MUI serta staf Komisi, Badan, dan Lembaga (KBL). Tercatat sebanyak 28 staf KBL terlibat dengan beban kerja yang cukup signifikan. Secara keseluruhan, kegiatan ini diikuti oleh 41 peserta dengan didampingi tiga orang pembina, sehingga total mencapai 44 orang.

Sementara itu, Buya Amirsyah menyampaikan keyakinannya bahwa dengan sistem tata kelola yang profesional serta didukung sumber daya insani yang berkualitas, produktivitas dan kinerja MUI akan terus meningkat serta memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *