Dinilai Berlebihan, Aktivis GMNI Kritik Menhan Soal Pernyataan TNI Jaga Kilang Minyak

banner 468x60

Kontranarasi.com – Pernyataan menhan Jenderal TNI (Purn). Sjafrie Sjamsoeddin soal TNI jaga kilang minyak dan penambahan personil di 3 daerah dianggap over capacity dan tanpa dasar hukum.

Hal ini disampaikan oleh Edgar Joshua Silalahi aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indoensia (GMNI).

“Ini negara masih menghormati supermasi sipil tidak, ranah pengamanan itu bukan ranah operasi TNI, obajek Vital negara itu punya security sendiri & ada polisi Menhan jangan sembarangan dong ngatur negara”. Ucap edgar, Selasa (25/11/2025).

Edgar menilai pernyataan Menhan soal pengamanan objek vital negara bagian dari OMSP adalah pernyataan keliru dan tidak memeliki dasar hukum.

“Gak ada dasar hukum, UU No. 34 tahun 2004 tentang TNI hanya ada 14 pasal, dan RUU revisi ada16 pasal dan tidak ada satupun secara ekspelisit menyebutkan objek vital negara ataupun kilang minyak menjadi bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP), jadi beliau harus menarik pernyataan ini”. Tegas Edgar

Edgar juga meminta Presiden Prabowo Subianto menegur Menhan agar tidak over capacity dalam mengelola negara karena kelihatan Menhan sangat militersitik dan sudah mengambil alih rana sipil.

“Kami meminta Presiden Prabowo menegur Menteri Pertahanan, agar tidak militerisme dalam mengelola negara, sebab pasti ada gelombang protes rakyat karena rana sipil mulai di militeristik oleh pak menhan”.

Lebih lanjut, Kata Edgar jika terus dibiarkan makin ke sini makin jelas ranah sipil mulai terusik, semangat reformasi mulai diganggu sejak bapak Jenderal TNI (Purn). Sjafrie Sjamsoeddin jadi Menteri Pertahanan, padahal selama ini diskursus ranah sipil dan militer ini sudah jelas namun sekarang mulai jadi perdebatan baru dan menimbulkan keresahan publik.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *